Saat kita ketemu calon jamaah yg kita belum tahu dia sdh umroh atau belum, tanyakan :
"bapak ibu sdh berapa kali ke tanah suci ?"
Kalau dia belum pernah maka dia akan jawab belum pernah sambil senyum. Dan tinggal kita bilang :
"Memang gak mau ke sana bu pak ?"
Dia pasti jawab "siapa yg gak mau ke sana.."
Kita tanya lagi "kalo gitu knp belum brgkt ?"
Biasanya akan dijawab dgn senyum dan ketawa..
Trs kita pancing apa mslhnya...sampai caljam akan menyebutkan mslh biaya atau uang.
Naah kita tinggal lakukan teknik mengundang yg td saya sampaikan.
Kemudian jika ternyata caljam saat awal kita tanya sdh brp kali ke Baitullah dan menjawab sdh pernah sekali haji dan kmrn umroh..maka kita bilang
"Bapak ibu gak mau balik lg ke sana ?"
Caljam akan jawab " mau bangeet"
"Pengin gak pak bu balik ke sananya bersama orang tua, pasangan, anak dan keluarga tercinta ?"
(Sdh kita dahului dgn kita tahu waktu caljam ke tanah suci sama siapa aja. Kemudian kita sesuaikan saat menyebutkan anggota keluarga yg lain yg mau dibawa ke sana)
Caljam akan jawab "pengin banget lah kalo cuma pengin doang..." biasanya sambil ketawa caljam.
Kita di sini sdh menangkap apa kendala caljam.
Kemudian kita masuk dgn teknik mengundang. Dan edifikasi pol2an leader2 yg umroh gratis dgn keluarga lewat ARP.
Dalam case lain jika ternyata caljam kita setiap tahun umroh sekeluarga..secara ekonomi super mapan caljam kita. Maka kita bukakan mindsetnya utk membantu org2 di sekitarnya.
"Bu Hj pak Haji sdh bolak balik ke sana dgn keluarga. Tp ada gak saudara atau teman atau tetangga bapak ibu yg sampai skrg msh saja hanya bisa bermimpi ke Baitullah. Melalui ARP, pak Haji dan bu Hj bisa membantu mereka. Sehingga mereka pada akhirnya bisa seperti bapak ibu..umroh bersama keluarga setiap tahun..."
Molan | Peraih PPJ 4,2 M
Tampilkan postingan dengan label Jangan pernah kehilangan cara untuk sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jangan pernah kehilangan cara untuk sukses. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Maret 2017
Jangan pernah kehilangan cara untuk sukses
Setiap kita memiliki kelebihan yang berbeda2. Itu sebabnya cara sukses kita pun berbeda2.
Saya Allah berikan kelebihan mampu menulis dg baik. Itu sebabnya saya banyak closing dr FB tempat media saya menulis.
Susi diberikan kelebihan penduplikasi yang baik. Ia jagoan duplikasi. Ada Bu Increase yg bersuara lantang, ia bersuara lantang pula. Ia nggak bisa nulis d facebook, ia duplikasi atau contek aja tulisan org lain. Alhamdulillah skrg ia mulai bisa menulis dg bahasanya sendiri. Kalo dulu, 90 persen adalah hasil contekan. Dan Alhamdulillah sukses menjadi peraih PPJ Rp452,5 juta.
Irdawati diberikan kelebihan bertahan lebih lama. Dan siap mengikuti arahan. Kalo k kanan dia k kanan. Ke kiri dia ke kiri. Dia mengandalkan kelebihannya yang mau MANUT. Itu mengantarnya saat ini menjadi peraih PPJ Rp137,5 juta.
Bu Julita dan Bu Alvi memiliki kelebihan Pintar. Mereka sukses memang krn kelebihan mrk pintar dalam menjelaskan. Pintar dalam menyusun strategi. Sangat terorganisir. Itu yg mengantar Bu Alvi jadi peraih PPJ Rp150 juta dan Bu Julita Rp245 juta.
Dari 3 contoh di atas saja,7 kita bisa lihat sukses setiap org dg cara berbeda. Jadi jangan pernah kehilangan cara untuk sukses. Jika kamu pintar... manfaatkan kepintarannya. Jika kamu hanya bisanya nyontek.. ya nyontek saja. (Di Armina tdk dilarang mencontek). Kalo bisanya cuma manut, ya manut aja. Simpelkan sukses di Armina itu.
Siapa yg mau sukses? Temukan kelebihanmu dr org lain.
Salam, AndiN
Peraih PPJ Rp2,07 M
Saya Allah berikan kelebihan mampu menulis dg baik. Itu sebabnya saya banyak closing dr FB tempat media saya menulis.
Susi diberikan kelebihan penduplikasi yang baik. Ia jagoan duplikasi. Ada Bu Increase yg bersuara lantang, ia bersuara lantang pula. Ia nggak bisa nulis d facebook, ia duplikasi atau contek aja tulisan org lain. Alhamdulillah skrg ia mulai bisa menulis dg bahasanya sendiri. Kalo dulu, 90 persen adalah hasil contekan. Dan Alhamdulillah sukses menjadi peraih PPJ Rp452,5 juta.
Irdawati diberikan kelebihan bertahan lebih lama. Dan siap mengikuti arahan. Kalo k kanan dia k kanan. Ke kiri dia ke kiri. Dia mengandalkan kelebihannya yang mau MANUT. Itu mengantarnya saat ini menjadi peraih PPJ Rp137,5 juta.
Bu Julita dan Bu Alvi memiliki kelebihan Pintar. Mereka sukses memang krn kelebihan mrk pintar dalam menjelaskan. Pintar dalam menyusun strategi. Sangat terorganisir. Itu yg mengantar Bu Alvi jadi peraih PPJ Rp150 juta dan Bu Julita Rp245 juta.
Dari 3 contoh di atas saja,7 kita bisa lihat sukses setiap org dg cara berbeda. Jadi jangan pernah kehilangan cara untuk sukses. Jika kamu pintar... manfaatkan kepintarannya. Jika kamu hanya bisanya nyontek.. ya nyontek saja. (Di Armina tdk dilarang mencontek). Kalo bisanya cuma manut, ya manut aja. Simpelkan sukses di Armina itu.
Siapa yg mau sukses? Temukan kelebihanmu dr org lain.
Salam, AndiN
Peraih PPJ Rp2,07 M
Langganan:
Postingan (Atom)